Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Contoh Riset Pemasaran Sederhana Dalam Sebuah Produk

Contoh riset Pemasaran sederhana dalam sebuah produkRiset pasar adalah kegiatan riset yang dilakukan di bidang pemasaran. Kegiatan ini dapat memberikan informasi atau garis besar jenis produk dan layanan baru apa yang menguntungkan bagi bisnis. Adapun produk dan layanan yang ada, riset pasar dapat memberikan informasi dan gambaran tentang kepuasan pelanggan terhadap perusahaan.
contoh riset pemasaran produk makanan contoh riset pemasaran produk indomie contoh riset pemasaran produk kopi contoh riset pemasaran produk minuman contoh riset pasar produk kerajinan contoh riset pemasaran produk pakaian contoh riset pemasaran produk kosmetik contoh riset pemasaran produk sepatu

Nah, pada artikel kali ini, kita akan membahas hal-hal yang berkaitan dengan riset pasar secara detail. Adapun beberapa hal yang Anda dapatkan dari artikel ini, antara lain:

  • Pertama, Anda akan memahami apa itu riset pasar dan apa perbedaannya dengan riset pemasaran.
  • Kedua, Anda akan belajar tentang jenis-jenis riset pasar.
  • Ketiga, Anda akan memahami peran dan tujuan riset pasar.
  • Keempat, Anda akan mempelajari beberapa metode melakukan riset pasar.
  • Kelima, Anda akan melihat beberapa contoh riset pasar yang dilakukan oleh perusahaan ternama.
Pengertian Riset Pasar

Secara sederhana, konsep riset pasar adalah suatu kegiatan atau proses riset (penelitian/studi) yang dilakukan di bidang pemasaran.

Menurut Wikipedia, riset pasar didefinisikan sebagai desain sistematis, pengumpulan, analisis, dan pelaporan data dan temuan yang terkait dengan situasi pemasaran tertentu yang dihadapi perusahaan.

Sedangkan menurut American Marketing Association (AMA), riset pemasaran adalah fungsi yang menghubungkan pemasar dengan konsumen dan publik melalui informasi untuk mengidentifikasi peluang dan masalah dalam pemasaran.

Dari interpretasi definisi tersebut, kita dapat memahami bahwa kegiatan riset pasar ini harus dilakukan secara sistematis. Secara garis besar, proses riset pasar adalah sebagai berikut:
  • Perumusan masalah
  • Penentuan tujuan riset
  • Pengumpulan data
  • Pengolahan data
  • Interpretasi hasil riset
Melalui riset pasar, perusahaan dapat memahami produk/jasa apa yang diinginkan konsumen, kualitas produk/jasa apa yang diinginkan konsumen, dan siapa target pasar potensial dari produk tersebut.

Dalam pengajuan ini, setiap perusahaan atau perusahaan dalam praktiknya akan melakukan riset pasar dengan cara yang berbeda sesuai dengan keadaan dan keadaan mereka sendiri.

Perbedaan Riset Pasar dengan Riset Pemasaran

Banyak orang berpikir bahwa riset pasar dan Riset Pemasaran adalah hal yang sama. Meskipun keduanya berkaitan erat, pada dasarnya riset pasar dan Riset Pemasaran memiliki arti yang berbeda.

Riset pasar adalah kegiatan riset/penelitian yang berfokus pada kondisi atau kondisi pasar yang telah ditentukan sebelumnya. Pada saat yang sama, riset pemasaran tidak hanya berfokus pada variabel pasar dan produk, tetapi juga berbagai variabel lain dalam kegiatan pemasaran.

Dengan kata lain, riset pasar memiliki arti yang lebih luas, dan riset pasar masih menjadi bagian darinya.

Beberapa Jenis Riset Pasar


Tipe riset pasar dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:

1. Riset Primer

Informasi dan data dalam riset primer berasal dari responden atau target riset secara langsung. Adapun tujuan dari penelitian primer adalah untuk mengumpulkan informasi/ data mengenai kondisi pasar saat ini.

Cara melakukan riset primer dapat dilakukan dengan beberapa cara berikut:
  • Melalui wawancara (interview), baik melalui telepon/ videocall/ teleconference, maupun secara langsung dengan bertatap muka.
  • Melalui survei (online atau melalui email).
  • Kuisioner (online atau melalui email)
  • Melalui diskusi kelompok dimana anggotanya terdiri dari sampel konsumen atau customer potensial untuk mendapatkan masukan secara langsung.
2. Riset Sekunder

Informasi dan data yang diperoleh dalam penelitian sekunder berasal dari publikasi/laporan/hal-hal yang dipublikasikan secara umum. Oleh karena itu, tujuan penelitian sekunder adalah untuk menganalisis data yang sudah tersedia dan kemudian mempertimbangkan data ini ketika mengembangkan strategi pemasaran.

Dengan data sekunder ini, perusahaan dapat mengidentifikasi segmen pasar, pesaing, dan menetapkan tolok ukur terhadap bisnis mereka.

Peran dan Fungsi Riset Pasar

Riset pasar memiliki peran dan fungsi yang sangat penting dalam proses pemasaran. Dua peran utama riset pasar dalam sistem pemasaran adalah sebagai berikut:
  • Menyediakan berbagai data tentang efektivitas bauran pemasaran sebagai bagian dari proses umpan balik intelijen pemasaran. Selain itu, proses ini juga dapat menjadi acuan bagi pengambil keputusan untuk melakukan perubahan yang diperlukan.
  • Berfungsi sebagai alat utama bagi manajer pemasaran untuk mengeksplorasi peluang pasar baru, riset segmen, dan riset produk baru untuk mengidentifikasi peluang yang paling menguntungkan.
Sedangkan fungsi market research berkaitan dengan bagaimana sebuah perusahaan menggunakan data hasil dari riset, yaitu:
  • Perencanaan: Ada beberapa hal dalam perencanaan, antara lain segmentasi pasar, estimasi permintaan, dan penilaian lingkungan.
  • Pemecahan masalah: Informasi dan data dari riset pasar berfungsi sebagai referensi untuk keputusan jangka pendek dan jangka panjang tentang produk, harga, lokasi, dan promosi.
  • Kontrol: Informasi dan data dari riset pasar juga akan membantu perusahaan mengidentifikasi titik masalah dan memantau proses yang sedang berlangsung.
Tujuan Riset Pasar

Kegiatan di dalam riset ini utamanya bertujuan untuk mengumpulkan semua informasi atau data pasar, baik itu target market, kompetitor, lingkungan bisnis, dan lain-lain.

Menurut Glenn Doman (2002), ada 4 tujuan utama dari market research, yaitu:
  • Analisis pasar: Proses analisis pasar akan memberikan informasi penting tentang potensi pasar suatu produk atau jasa. Informasi ini mencakup calon pelanggan, pasar potensial, lokasi bisnis dan pesaing.
  • Analisis reaksi pasar terhadap produk: Studi ini akan memberikan informasi tentang perkiraan potensi produk/jasa di pasar. Proses evaluasi dapat dilakukan sebelum produk/jasa diluncurkan, misalnya dengan melakukan survei.
  • Analisis efek promosi: Kegiatan penelitian ini juga dapat membantu perusahaan memilah dan memilih media promosi yang paling efektif.
  • Mengembangkan strategi: Tinjauan perencanaan strategis dapat memberikan informasi tentang tingkat pertumbuhan pasar yang ada dan menemukan produk dan layanan yang berhasil di pasar. Hal ini biasanya dilakukan oleh perusahaan yang sudah mapan.
Metode Dalam Market Research

Kegiatan penelitian pasar dapat dilakukan dengan beberapa metode. Berikut ini adalah beberapa metode yang umum digunakan dalam market research:

1. Kuisioner


Metode kuisioner dilakukan dengan memakai formulir yang di dalamnya terdapat daftar pertanyaan tentang informasi yang dibutuhkan perusahaan.

Kuisioner ini dapat diberikan secara langsung kepada subyek riset ataupun secara online. Biasanya perusahaan yang ingin mengumpulkan informasi dari subyek riset akan memberikan imbalan berupa suvenir gratis.

2. Wawancara (Interview)

Biasanya metode wawancara dilakukan dengan cara tatap muka secara langsung. Namun bisa juga dilakukan melalui video call, telepon, dan sarana lainnya.

Contoh metode ini sering dilakukan oleh perusahaan di bidang jasa keuangan, baik Perbankan maupun lembaga keuangan lainnya. Tujuannya tentu saja untuk mendapatkan informasi mengenai tingkat kepuasan para pengguna produk jasa keuangan.

3. Survei

Sebenarnya metode ini hampir sama dengan metode kuisioner. Perbedaannya adalah dalam survei sasaran sampel risetnya lebih banyak sehingga informasi yang didapatkan sifatnya lebih umum.

4. Riset Grup

Metode riset grup ini biasanya dilakukan untuk mengetahui feedback atau masukan dari sampel riset yang merupakan responden potensial atau konsumen utama.

Metode ini bisa dilakukan dengan cara tes produk dan mendapatkan opini para peserta terkait suatu produk/ jasa atau sebuah bisnis.

5. Observasi

Metode observasi dilakukan untuk mengumpulkan informasi dan data dengan melakukan pengamatan langsung situasi di pasar. Proses observasi dilakukan dengan mendatangi pasar tertentu dan mengamati peristiwa yang ada di sana dengan melakukan analisis sebab-akibat.

Beberapa Contoh Riset Pasar

Pada dasarnya semua perusahaan melakukan market research dalam menjalankan bisnis mereka. Berikut ini adalah contoh riset pasar yang dilakukan oleh beberapa perusahaan:

1. Penelitian Pasar Produk Sabun Mandi

Perusahaan dengan produk sabun ingin beriklan di TV dan melakukan penelitian untuk mendapatkan gambaran tentang target pasar mereka. Mulailah dengan usia, jenis kelamin, dan informasi lainnya.

Informasi mengenai profil target pasar tersebut kemudian disesuaikan dengan konsep periklanan yang akan dibuat. Misalnya pilihan tema iklan, pilihan warna pengiklan, pilihan mode iklan dan lain sebagainya.

Jika target pasar suatu produk sabun mandi adalah wanita, maka model yang digunakan adalah publik figur yang terkenal, cantik, dan anggun. Selain itu, pemilihan tema dan warna juga disesuaikan dengan produk yang dijual, guna membangkitkan minat beli calon konsumen.

2. Penelitian Pasar Produk Mie Instan

Sebelum memproduksi mie instan berukuran besar, perusahaan mie instan terlebih dahulu melakukan riset pasar untuk mengetahui permintaan konsumen.

Melalui penelitian ini, perusahaan mie instan mengetahui bahwa banyak konsumen yang menginginkan mie instan ukuran lebih besar.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat target pasar yang membutuhkan produk mie instan dalam jumlah besar. Makanya sekarang ada mie instan ukuran king.

3. Penelitian Pasar Makanan Siap Saji

Perusahaan di industri fast food melakukan riset terhadap lokasi bisnis sebelum membuka cabang di lokasi baru. Beberapa informasi yang dikumpulkan meliputi:
  • Siapa yang sering mengunjungi lokasi (usia, jenis kelamin, pekerjaan, perkiraan pendapatan)?
  • Kapan waktu tersibuk di seluruh lokasi?
  • Bagaimana cara mengakses lokasi?
  • Moda transportasi apa yang biasanya digunakan untuk melakukan perjalanan melalui lokasi?
  • Bagaimana ketersediaan sarana dan prasarana di sekitar lokasi?
  • dan masih banyak lagi.
Dari informasi dan data riset, perusahaan fast food dapat menentukan lokasi mana saja yang berpotensi membuka lokasi baru.

Penelusuran terkait
  • contoh riset pemasaran produk makanan
  • contoh riset pemasaran produk indomie
  • contoh riset pemasaran produk kopi
  • contoh riset pemasaran produk minuman
  • contoh riset pasar produk kerajinan
  • contoh riset pemasaran produk pakaian
  • contoh riset pemasaran produk kosmetik
  • contoh riset pemasaran produk sepatu